Precast

Memilih Precast Sebagai Struktur Konstruksi Proyek

Beton precast merupakan produk konstruksi yang berkualitas tinggi. Produk Precast tergolong serbaguna yang diproses dan diproduksi dengan pabrikasi terkontrol menggunakan mesin-mesin yang canggih. Beton precast tersedia dalam berbagai ukuran, bentuk, dan hasil akhir yang bervariasi dan digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi baik konstruksi bangunan, jembatan, infrastruktur, dan lansekap.

Proses pembuatan beton Precast dilakukan untuk menghasilkan tulangan komponen beton pracetak yang ditempatkan ke dalam cetakan yang dapat digunakan kembali. Bentuknya dapat disesuaikan kemudian diolah dengan beton dan material lainnya. Hasil akhir arsitektural; seperti mengasah, memoles atau dan memberikan pewarnaan juga dapat diterapkan saat masih di pabrik. Komponen pracetak jadi kemudian diangkut ke lokasi dan dipindahkan ke posisi yang akan dilakukan pemasangan.

Precast concrete (beton pracetak) adalah suatu metode percetakan komponen secara mekanisasi dalam pabrik atau workshop dengan memberi waktu pengerasan dan mendapatkan kekuatan sebelum dipasang. Proses pengecoran yang berada di tempat khusus (pabrik) yang dimaksudkan untuk menjaga mutu atau kualitas precast. Proses produksi precast mempertimbangkan operasional dan margin sehingga dalam proses cetaknya diproduksi dengan jumlah bentuk typical-nya mencapai angka minimum tertentu, bentuk typical yang dimaksud adalah bentuk-bentuk repetitif dalam jumlah besar sehingga proses produksinya dapat dilakukan sekaligus dalam satu cetakan standar, kualitas standar dan presisi standar.

Mengapa Memilih Precast?

Precast memberikan manfaat dan keuntungan pada kegiatan atau proyek konstruksi secara signifikan. Manfaat yang melekat pada produk precast mencakup kualitas, desain, konstruksi, kekuatan, keamanan dan manfaat berkelanjutan. Penggunaan produk dengan struktur precast memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan struktur konvensional, keuntungan tersebut antara lain:

  1. Pelaksanaan konstruksi simple dan sederhana.
  2. Waktu pengerjaan yang relatif lebih singkat.
  3. Waktu pelaksanaan struktur konstruksi merupakan pertimbangan utama dalam pembangunan suatu proyek karena berkaitan erat dengan biaya proyek yang harus dikeluarkan. Oleh karenanya pertimbangan tersebut terjawab dengan struktur elemen precast karena sudah dilakukan di pabrik bersamaan dengan persiapan dan pembuatan pondasi di lapangan.
  4. Mutu bahan yang baik dengan penggunaan material yang maksimum.
  5. Struktur elemen pada produk precast dianggap lebih hemat dibandingkan dengan struktur yang diimplementasikan di lokasi (cast on site). Penggunaan Precast sudah terformulasi secara standar dengan ukuran standar. Kualitas material produk precast pada umumnya cukup baik karena dalam proses pabrikasinya dilaksanakan dengan standar-standar yang baku, pengawasan dengan sistem computer yang teliti dan ketat.
  6. Kemudahan dalam finishing.
  7. Proses pemberian warna atau model permukaan Precast dapat dibentuk sesuai kebutuhan rancangan. Seluruh proses tersut dapat dilakukan saat proses pabrikasi Precast dan dilakukan secara bersamaan.
  8. Penggunaan Dan instalasi produk Precast tidak memerlukan lahan proyek luas, dapat mengurangi kebisingan, pemasangannya lebih bersih dan ramah lingkungan.
  9. Sistem elemen Precast dapat dilaksanakan lebih cepat dan site atau lokasi pemasangan relatif lebih bersih dan tidak membutuhkan area yang luas.
  10. Perncanaan dan pengujian kualitas Precast dapat dilakukan di pabrik.
  11. Terdapat standar pengujian laboratorium sebagai jaminan kualitas struktur yang memenuhi syarat kekuatan dan efesiensi.
  12. Sertifikasi untuk mendapatkan pengakuan Internasional. Apabila hasil produksi dari elemen pracetak memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan, maka dapat diajukan untuk mendapatkan sertifikasi ISO yang diakui secara internasional.
  13. Secara garis besar mengurangi biaya karena pengurangan pemakaian alat-alat penunjang, seperti : scaffolding dan lain-lain.
  14. Jumlah tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan

Perbedaan Analisa Beton Pracetak dengan Beton Konvensional

Pada hakikatnya perancangan struktur konvensional maupun precast relatif sama, perhitungan beban-beban dilakukan dengan cara yang sama, faktor-faktor koefisien yang digunakan untuk perencanaan juga sama, tetapi tetap ada perbedaan antara struktur konvensional dengan struktur precast, diantara perbedaan tersebut adalah:

  1. Desain pracetak memperhitungkan kondisi pengangkatan beton saat umur beton belum mencapai 24 jam. Apakah dengan kondisi beton yang sangat muda saat diangkat akan terjadi retak (crack) atau tidak. Di sini dibutuhkan analisa desain tersendiri, dan tentunya tidak pernah diperhitungkan kalo kita menganalisa beton secara konvensional.
  2. Desain pracetak memperhitungkan metode pengangkatan, penyimpanan beton pracetak di stock yard, pengiriman beton pracetak, dan pemasangan beton pracetak di proyek. Kebanyakan beton pracetak dibuat di pabrik.
  3. Pada desain pracetak menambahkan desain sambungan. Desain sambungan di sini, didesain lebih kuat dari yang disambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *